Dosen PS PSP FKP USK Mengikuti Penelitian Internasional Terkait Kepiting Bakau di Thailand dan Raih Presenter Terbaik pada Sci-Tech Symposium 2025

Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D, dosen pada Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PS PSP), Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK), telah melaksanakan kegiatan penelitian di Provinsi Pattani dan Satun, Thailand pada tanggal 21–28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek penelitian internasional berjudul “Sustainable Utilization of Mud Crab: Some Aspects on the Ecology, Biology, and Fisheries of Four Mud Crab Species (Scylla spp.) in Thailand”, di mana beliau bertindak sebagai salah satu peneliti utama.

Dalam kegiatan tersebut, Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D menggandeng koleganya, Ir. Ilham Zulfahmi, S.Kel., M.Si., yang saat ini merupakan mahasiswa program doktoral di Prince of Songkla University, Thailand. Penelitian bersama ini juga menjadi bagian dari penyusunan disertasi Ilham Zulfahmi sebagai salah satu persyaratan akademik program S3-nya. Penelitian lapangan dilakukan melalui pengambilan data biologis kepiting bakau di dua provinsi yang diketahui sebagai wilayah dengan kelimpahan dan distribusi tinggi untuk spesies Scylla. Selain itu, dilakukan pula pengujian laboratorium yang mencakup analisis reproduksi dan kandungan mikroplastik pada organ kepiting. Beberapa metode ilmiah yang digunakan dalam uji eksperimental meliputi Histological section, Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM), guna mengamati morfologi mikroplastik yang terperangkap dalam jaringan tubuh kepiting bakau.

Menurut Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D, isu keberadaan mikroplastik pada organisme laut seperti kepiting bakau menjadi sangat penting, terutama karena spesies ini termasuk komoditas konsumsi manusia yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas tantangan global mengenai keamanan konsumsi hasil laut dalam konteks pencemaran mikroplastik.

Ir. Ilham Zulfahmi, S.Kel., M.Si juga menyampaikan harapan agar hasil penelitian ini mampu membuka ruang dialog baru terkait pengelolaan kepiting bakau yang aman dikonsumsi dan berkelanjutan secara ekologis, serta memperkaya khazanah keilmuan di bidang ilmu kelautan dan perikanan. Dalam kesempatan yang sama, Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D dan Ir. Ilham Zulfahmi, S.Kel., M.Si juga melakukan kunjungan dan diskusi dengan pemilik Soft-Shell Crab Production, Mr. Pak Ang Kuang, dan tim dari GW95 LTD Company, yang merupakan produsen dan eksportir kepiting lunak terbesar di dunia. Diskusi tersebut membahas potensi kerja sama strategis dalam pengelolaan kepiting lunak yang terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah, Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D diundang sebagai pembicara pada Sci-Tech Symposium 2025 yang diselenggarakan oleh Faculty of Science and Technology, Prince of Songkla University, Kampus Pattani, pada 30 April 2025. Dalam forum akademik yang dihadiri lebih dari 200 peserta dari Thailand, Malaysia, dan Indonesia tersebut, beliau mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Biometric and Reproductive Attribute of Three-Spotted Swimming Crab (Portunus sanguinolentus) in Aceh Province, Indonesia”.

Dalam paparannya, Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D menekankan pentingnya menjadikan kepiting sebagai salah satu komoditas prioritas untuk dikembangkan di tengah tantangan menurunnya stok ikan laut akibat praktik penangkapan ilegal (illegal fishing) dan penangkapan berlebih (overfishing). Kepiting dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber alternatif protein bagi masyarakat.

Prestasi membanggakan pun diraih oleh Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D, di mana beliau dinobatkan sebagai presenter terbaik peringkat pertama, mengungguli puluhan peserta lainnya, dan berhak menerima penghargaan sebesar 2.000 USD. Penghargaan ini menjadi pencapaian luar biasa, mengingat niat awal Teuku Haris Iqbal, S.Kel., M.Sc., Ph.D hanya ingin berbagi pengetahuan dan memperkenalkan hasil penelitian ke tingkat internasional.

Categories:

Tags:

Comments are closed

Categories