Peningkatan Kapasitas Nelayan: Teknologi LED Hemat Energi Mulai Diterapkan di Lhok Layeun

Banda Aceh, 24 Agustus 2025 – Setelah sehari sebelumnya mempelajari cara merakit lampu underwater LED hemat energi, nelayan bagan perahu di Lhok Layeun kembali melanjutkan kegiatan melalui Workshop Pelatihan dan Pendampingan Teknik Pemasangan Underwater LED serta Cara Pengoperasiannya. Pelatihan lapangan ini berlangsung pada Minggu (24/8), langsung di atas bagan perahu milik nelayan setempat.

Kegiatan ini dipandu oleh Ricky Winrison Fuah, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) yang juga merupakan Ketua Tim Pengabdian. Dalam praktik tersebut, para nelayan diberi arahan teknis mengenai posisi ideal pemasangan lampu di perairan, cara pengoperasian hemat energi, serta strategi penggunaan cahaya untuk meningkatkan efektivitas penangkapan ikan.

Tim pengabdian turut melibatkan dosen anggota, yakni M. Riswan, S.Pi., M.Si. dan Imelda Agustina, S.Pd., M.Si., serta tiga mahasiswa PSP yang mendampingi nelayan selama kegiatan berlangsung.

Panglima Laot Lhok Layeun menyampaikan terima kasih atas dukungan tim USK. Menurutnya, setelah memahami perakitan, nelayan perlu mengetahui cara pemasangan dan penggunaan di lapangan agar manfaat teknologi ini benar-benar dirasakan.

Sementara itu, Alvi Rahmah, S.Pi., M.Si., Koordinator Prodi PSP FKP USK, menekankan bahwa praktik langsung di bagan perahu memberi nilai tambah dalam proses transfer teknologi. “Pelatihan seperti ini lebih efektif karena nelayan dapat melihat dan merasakan langsung manfaat teknologi di lokasi mereka bekerja,” ujarnya.

Para nelayan terlihat antusias mencoba pemasangan LED di jaring bagan. Uji coba lapangan menunjukkan cahaya lampu mampu menarik ikan dengan penggunaan energi yang rendah. Setelah kegiatan, sebagian besar peserta menyatakan puas dan menilai teknologi ini sederhana, hemat energi, serta berpotensi meningkatkan hasil tangkapan.

Salah satu nelayan muda, Ridwan (32), menyampaikan pengalamannya usai praktik. “Tadi kami coba langsung pasang LED di bagan, cahayanya terang tapi tidak boros listrik. Kalau dipakai terus, biaya operasional bisa lebih hemat dan hasil tangkapan juga bisa bertambah,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) BIMA, dengan tujuan memperkuat kapasitas nelayan tradisional melalui penerapan teknologi tepat guna di sektor perikanan.

Categories:

Tags:

Comments are closed

Categories